bismillah.
Apa itu tes aPTT dan bagaimana cara dokter menggunakan nilai aPTT untuk menaikkan atau menurunkan dosis infus heparin?
aPTT (activated Partial Thromboplastin Time) adalah sebuah tes laboratorium yang mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan (dalam hitungan detik) agar darah Anda membeku. Tes ini secara khusus mengevaluasi protein-protein dalam darah yang dipengaruhi oleh obat Unfractionated Heparin (UFH).
Pada orang normal yang tidak menerima terapi pengencer darah, darah biasanya membeku dalam waktu sekitar 25 hingga 35 detik.
Target aPTT untuk Pasien Jantung
Ketika pasien NSTEMI atau STEMI diberikan infus heparin, dokter tidak ingin darah pasien kembali normal (karena bisa menyumbat jantung lagi), tetapi juga tidak ingin darah menjadi terlalu encer (karena bisa menyebabkan perdarahan fatal).
Oleh karena itu, dokter mengejar "Jendela Terapeutik" (rentang target). Target aPTT yang ideal selama terapi heparin adalah sekitar 1,5 hingga 2,5 kali lipat dari nilai normal, yaitu sekitar 50 hingga 70 detik (angka pastinya bisa sedikit berbeda tergantung standar kalibrasi laboratorium setiap rumah sakit).
Bagaimana Cara Dokter Menyesuaikan Dosisnya?
Karena respons tubuh setiap orang terhadap heparin berbeda-beda, pemberian UFH tidak bisa "sekali atur lalu ditinggal". Perawat akan mengambil sampel darah pasien setiap 6 jam sejak infus dimulai atau setiap ada perubahan dosis.
Hasil tes tersebut kemudian dicocokkan dengan sebuah panduan medis yang disebut Nomogram Heparin. Berikut adalah contoh sederhana bagaimana penyesuaian (titrasi) tersebut dilakukan:
Mengapa ini penting? Pemantauan aPTT yang ketat ini adalah alasan utama mengapa pasien yang menerima infus Unfractionated Heparin (UFH) harus dirawat di ruangan khusus seperti ICU atau ICCU, di mana perawat dan dokter dapat memantau alat infus dan hasil laboratorium selama 24 jam penuh.

