Bismillah.
apa penyebab trombositosis reaktif ? dan apa manifestasi klinis yg bisa dibaca pada kondisi itu ?
Trombositosis Reaktif (Sekunder)
Trombositosis reaktif adalah peningkatan jumlah trombosit (>450.000/µL) yang terjadi sebagai respons terhadap kondisi lain, bukan akibat kelainan primer sumsum tulang (seperti pada trombositemia esensial).
Penyebab Utama
1. Infeksi
- Infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit akut maupun kronis
- Trombosit adalah reaktan fase akut, sehingga meningkat sebagai respons inflamasi
2. Inflamasi kronis / penyakit autoimun
- Rheumatoid arthritis
- Inflammatory bowel disease (Crohn's disease, kolitis ulseratif)
- Vaskulitis
- Penyakit jaringan ikat lainnya
3. Kehilangan darah (perdarahan akut)
- Trauma
- Perdarahan gastrointestinal
- Pasca operasi
4. Anemia defisiensi besi
- Salah satu penyebab paling umum, terutama pada anak-anak
5. Kondisi pasca-splenektomi atau asplenia fungsional
- Limpa normalnya menyaring trombosit tua; tanpa limpa, trombosit menumpuk di sirkulasi
6. Keganasan (kanker)
- Terutama kanker paru, gastrointestinal, ginekologi
- Bisa jadi tanda paraneoplastik
7. Kondisi lain
- Pasca operasi besar (respons stres/inflamasi)
- Latihan fisik berat
- Rebound setelah trombositopenia (misalnya setelah kemoterapi atau konsumsi alkohol berlebihan yang dihentikan)
- Penggunaan obat tertentu (misalnya vincristine, epinefrin)
- Penyakit Kawasaki (pada anak)
- Hemolisis
Manifestasi Klinis
Penting dicatat: trombositosis reaktif umumnya asimtomatik dan jarang menyebabkan komplikasi trombosis atau perdarahan, berbeda dengan trombositosis primer (trombositemia esensial) yang lebih berisiko.
Gejala/tanda yang mungkin muncul, biasanya berkaitan dengan penyakit dasarnya, bukan trombositosisnya sendiri:
- Gejala penyakit primer — demam (infeksi), nyeri sendi (autoimun), penurunan berat badan (keganasan), pucat dan kelelahan (anemia defisiensi besi)
- Splenomegali — jika penyebabnya inflamasi kronis atau keganasan (bukan pasca-splenektomi)
- Tanda perdarahan akut — jika penyebabnya kehilangan darah
- Risiko trombosis — jarang terjadi pada trombositosis reaktif murni, kecuali jika disertai faktor risiko tambahan (imobilisasi lama, riwayat trombosis, kondisi hiperkoagulasi lain), terutama pada kadar trombosit sangat tinggi (>1.000.000/µL)
- Asimtomatik — banyak kasus ditemukan secara insidental saat pemeriksaan darah rutin
No comments:
Post a Comment