Monday

Probiotik dan AB (tanya AI)

 Bismillah.


apakah probiotik mati dengan antibiotik broadspektrum ?


Secara singkat: Ya, sebagian besar probiotik akan mati atau terhambat pertumbuhannya jika dikonsumsi bersamaan dengan antibiotik spektrum luas (broad-spectrum).

Antibiotik spektrum luas dirancang untuk membunuh berbagai jenis bakteri tanpa pandang bulu, baik bakteri patogen (penyebab penyakit) maupun bakteri baik yang menyusun mikrobiota usus serta bakteri yang terkandung dalam suplemen probiotik.

Berikut adalah rincian mekanisme dan cara mengatasinya:

Mengapa Antibiotik Membunuh Probiotik?

Antibiotik bekerja dengan cara merusak struktur sel atau mengganggu metabolisme bakteri. Karena probiotik pada dasarnya adalah bakteri hidup (seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium), mereka memiliki struktur sel yang serupa dengan target antibiotik tersebut.

  • Antibiotik: Menargetkan dinding sel atau sintesis protein bakteri.

  • Probiotik: Memiliki dinding sel dan mekanisme protein yang juga akan hancur oleh serangan antibiotik tersebut.


Pengecualian: Probiotik Berbasis Ragi

Tidak semua probiotik mati oleh antibiotik. Ada jenis probiotik yang berasal dari ragi (fungi), contohnya adalah Saccharomyces boulardii.

  • Karena S. boulardii adalah jamur, bukan bakteri, antibiotik tidak memiliki pengaruh terhadapnya.

  • Jenis ini sering direkomendasikan untuk dikonsumsi bersamaan dengan terapi antibiotik guna mencegah Antibiotic-Associated Diarrhea (AAD).


Strategi Konsumsi yang Tepat

Jika Anda sedang dalam masa pengobatan antibiotik dan ingin tetap mengonsumsi probiotik agar pencernaan tetap terjaga, terapkan aturan berikut:

  1. Jeda Waktu (The 2-Hour Rule): Berikan jarak setidaknya 2 hingga 3 jam antara waktu minum antibiotik dan probiotik. Ini dilakukan agar konsentrasi antibiotik di dalam usus sudah menurun saat probiotik masuk.

  2. Lanjutkan Pasca-Antibiotik: Sangat disarankan untuk terus mengonsumsi probiotik selama 1–2 minggu setelah dosis antibiotik terakhir selesai untuk membantu pemulihan populasi bakteri baik (rekolonisasi) di usus.

  3. Pilih Strain yang Tepat: Carilah suplemen yang mengandung strain yang sudah teruji klinis tahan terhadap lingkungan asam lambung dan efektif mendampingi antibiotik, seperti Lactobacillus rhamnosus GG.


Catatan Penting: Jangan pernah menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya hanya karena khawatir bakteri baik Anda mati. Menyelesaikan seluruh dosis antibiotik sangat krusial untuk mencegah resistensi antibiotik.


Friday

PGE1 pada PJB (Tanya AI)

bismillah


fungsi dan mekanisme terapi prostaglandin pada PJB?

Terapi prostaglandin, khususnya Prostaglandin E1 (PGE1) atau Alprostadil, adalah intervensi medis kritis ("life-saving") pada bayi baru lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Sianotik yang bersifat duct-dependent.

Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi dan mekanisme kerjanya:


1. Fungsi Utama: Mempertahankan Patensi Duktus Arteriosus

Pada janin normal, terdapat saluran bernama Duktus Arteriosus (DA) yang menghubungkan arteri pulmonal dengan aorta. Biasanya, saluran ini menutup secara alami dalam 24–72 jam setelah bayi lahir.

Namun, pada beberapa jenis PJB, kelangsungan hidup bayi sangat bergantung pada saluran ini agar darah tetap bisa mengalir ke paru-paru atau ke seluruh tubuh. Fungsi terapi PGE1 adalah mencegah penutupan atau membuka kembali duktus yang mulai mengecil.

Indikasi Penggunaan:

  • Duct-dependent Pulmonary Circulation: Contohnya pada Pulmonary Atresia atau Tetralogy of Fallot berat, di mana darah tidak bisa sampai ke paru tanpa melewati duktus.

  • Duct-dependent Systemic Circulation: Contohnya pada Coarctation of the Aorta atau Hypoplastic Left Heart Syndrome (HLHS), di mana darah bersih tidak bisa dipompa ke seluruh tubuh tanpa bantuan duktus.

  • Parallel Circulation: Contohnya pada Transposition of the Great Arteries (TGA), untuk memfasilitasi pencampuran darah kaya oksigen dan miskin oksigen.


2. Mekanisme Kerja

PGE1 bekerja sebagai vasodilator (pelebar pembuluh darah) yang sangat kuat melalui proses biokimia berikut:

  1. Relaksasi Otot Polos: PGE1 berikatan dengan reseptor spesifik pada dinding otot polos Duktus Arteriosus.

  2. Aktivasi Adenilat Siklase: Ikatan ini menstimulasi enzim adenilat siklase untuk meningkatkan kadar cyclic Adenosine Monophosphate (cAMP) di dalam sel.

  3. Penurunan Kalsium Intraseluler: Peningkatan cAMP menyebabkan penurunan konsentrasi kalsium bebas dalam sel otot polos.

  4. Vasodilatasi: Tanpa kalsium yang cukup untuk kontraksi, otot polos pada duktus akan berelaksasi (melemas), sehingga saluran tetap terbuka lebar (paten).


3. Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Karena PGE1 diberikan secara sistemik melalui infus intravena kontinu, obat ini juga memengaruhi organ lain. Tenaga medis biasanya memantau ketat hal-hal berikut:

  • Apnea (Henti Napas): Ini adalah efek samping paling umum (terjadi pada ~10-12% bayi). Seringkali bayi perlu disiapkan untuk intubasi/ventilator.

  • Demam (Pyrexia): Prostaglandin memengaruhi pusat pengatur suhu di hipotalamus.

  • Vasodilatasi Kulit: Wajah atau tubuh bayi mungkin terlihat kemerahan (flushing).

  • Hipotensi: Akibat pelebaran pembuluh darah secara sistemik.


Ringkasan Perbandingan

FiturDeskripsi
Nama ObatAlprostadil (Prostaglandin E1)
Target OrganOtot polos Duktus Arteriosus
Tujuan AkhirMenjamin oksigenasi jaringan hingga operasi definitif dapat dilakukan
MetodeInfus intravena kontinu (karena waktu paruh obat sangat pendek)

Catatan Penting: Terapi ini hanyalah jembatan (bridge therapy) untuk menstabilkan kondisi bayi sebelum dilakukan tindakan intervensi bedah atau kateterisasi jantung


 

.

Pencegahan TB pd ODHIV

 bismillah. berapa dosis INH dan rifampisin untuk mencegah TB pada penderita HIV ? Pemberian obat untuk mencegah penyakit Tuberkulosis (TB) ...