Friday

Aminofilin (tany AI)

bismillah.


carikan saya referensi pemberian aminofilin drip pada pasien dengan sesak?


Pemberian aminofilin intravena (drip) biasanya diindikasikan untuk pasien dengan eksaserbasi akut asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang tidak berespons adekuat terhadap bronkodilator inhalasi (beta-2 agonis) dan kortikosteroid sistemik.

Berikut adalah referensi protokol pemberian aminofilin berdasarkan panduan standar seperti PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) dan referensi farmakologi klinis (Lexicomp/MIMS):

1. Dosis Awal (Loading Dose)

Jika pasien belum mengonsumsi preparat teofilin dalam 24 jam terakhir:

  • Dosis: 5 – 6 mg/kgBB (dihitung berdasarkan lean body weight / berat badan ideal).

  • Cara pemberian: Tidak boleh diberikan secara bolus cepat. Diencerkan dalam 10 – 20 mL cairan NaCl 0.9% atau Dextrose 5%, lalu disuntikkan secara bolus lambat secara intravena selama 20 – 30 menit.

Jika pasien sudah mengonsumsi teofilin:

  • Idealnya periksa kadar teofilin serum. Jika tidak memungkinkan di layanan kesehatan (keterbatasan fasilitas), loading dose diabaikan atau dikurangi setengahnya untuk menghindari toksisitas.

2. Dosis Pemeliharaan (Maintenance Drip)

Setelah loading dose, dilanjutkan dengan pemberian infus kontinu (drip):

  • Dewasa sehat (tidak merokok): 0,4 – 0,5 mg/kgBB/jam.

  • Dewasa perokok aktif: 0,7 – 0,8 mg/kgBB/jam (eliminasi lebih cepat).

  • Lansia, pasien Kor Pulmonal, Gagal Jantung Kongestif (CHF), atau Gangguan Fungsi Hati: 0,2 – 0,3 mg/kgBB/jam (waktu paruh memanjang, risiko toksisitas tinggi).

Aplikasi Praktis di IGD/Ruangan (Contoh Perhitungan)

Sebagai contoh untuk pasien dewasa sehat dengan berat badan 60 kg:

  1. Kebutuhan dosis per jam: 60 kg × 0,5 mg/kgBB/jam = 30 mg/jam.

  2. Pencampuran: Masukkan 1 ampul aminofilin (240 mg) ke dalam 500 mL cairan NaCl 0.9% atau D5W.

    • Konsentrasi cairan: 240 mg / 500 mL = 0,48 mg/mL (dibulatkan menjadi 0,5 mg/mL).

  3. Kecepatan Drip:

    • Untuk mencapai target 30 mg/jam, dibutuhkan cairan sebanyak: 30 mg ÷ 0,5 mg/mL = 60 mL/jam.

    • Jika menggunakan infus set makro (20 tetes/mL): ~20 tetes per menit.

Observasi dan Efek Samping

Aminofilin memiliki indeks terapeutik yang sempit. Saat memberikan drip, lakukan pemantauan ketat terhadap:

  • Kardiovaskular: Takikardia (terutama >130x/menit), aritmia (PVC atau SVT).

  • Gastrointestinal: Mual dan muntah hebat (sering menjadi tanda awal toksisitas).

  • Neurologis: Tremor, gelisah, hingga kejang pada kadar toksik.

Sumber Referensi Utama:

  1. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma di Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

  2. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan PPOK, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

  3. Global Initiative for Asthma (GINA)Meskipun GINA saat ini merekomendasikan aminofilin hanya sebagai lini lanjutan (bukan lini pertama) jika SABA dan antikolinergik tidak efektif.

  4. MIMS Indonesia & Lexicomp Drug Information untuk farmakokinetik dan penyesuaian dosis.

No comments:

Post a Comment

Aminofilin (tany AI)

bismillah. carikan saya referensi pemberian aminofilin drip pada pasien dengan sesak? Pemberian aminofilin intravena (drip) biasanya diindik...