bismillah.
Dari mana asal asidosis metabolik pada CKD stage 5 ?
Asidosis metabolik pada CKD stage 5 (Gagal Ginjal Terminal) pada dasarnya terjadi karena ginjal sudah kehilangan kemampuannya untuk menjaga keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
Secara fisiologis, ada dua penyebab utama mengapa asidosis metabolik ini terjadi:
1. Kegagalan Ekskresi Ion Hidrogen (H+) dan Asam Organik
Setiap hari, tubuh kita menghasilkan asam sisa metabolisme (seperti asam fosfat, asam sulfat, dan asam urat) dari makanan yang kita konsumsi, terutama protein.
Pada ginjal sehat: Kelebihan ion hidrogen (H+) dan asam-asam organik ini akan dibuang melalui urine.
Pada CKD Stage 5: Karena jumlah nefron (unit penyaring ginjal) yang berfungsi sudah berkurang drastis (GFR < 15 mL/menit), ginjal tidak mampu lagi menyaring dan membuang asam-asam tersebut. Akibatnya, asam "tertahan" di dalam darah, menyebabkan penurunan pH darah.
2. Penurunan Produksi dan Reabsorpsi Bikarbonat (HCO3-)
Bikarbonat adalah basa alami tubuh yang berfungsi sebagai "benteng" atau buffer untuk menetralkan asam. Ginjal punya peran vital untuk memproduksi dan menyerap kembali bikarbonat ini.
Penurunan Amoniagenesis: Untuk membuang asam, ginjal membutuhkan amonia (NH3) yang diproduksi di tubulus ginjal untuk mengikat H+ menjadi amonium (NH4+) agar bisa dibuang lewat urine. Pada stage 5, produksi amonia ini menurun drastis.
Gagal Reabsorpsi: Ginjal tidak mampu lagi menyerap kembali bikarbonat yang disaring, sehingga tubuh kehabisan stok "pembasmi asam".
Kesimpulan Singkat:
Ibarat sebuah rumah, tubuh terus-menerus memproduksi "sampah asam" dari makanan. Pada CKD stage 5, "petugas kebersihan" (ginjal) sudah tidak bekerja, sehingga sampah asam menumpuk di dalam rumah (darah), sementara "stok sabun pembersih" (bikarbonat) justru habis.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan penurunan kadar bikarbonat serum (biasanya < 22 mEq/L) dan memerlukan penanganan medis seperti pemberian suplemen natrium bikarbonat atau terapi pengganti ginjal (dialisis/hemodialisis).
No comments:
Post a Comment