Monday

Heparin pada NSTEMI

Bismillah.


Apakah STEMI atau NSTEMI bisa di berikan tatalaksana dg heparin ?

Ya, tentu saja. Heparin sangat bisa diberikan dan justru merupakan salah satu terapi standar utama dalam penatalaksanaan sindrom koroner akut, yang mencakup STEMI maupun NSTEMI.

Mengapa Heparin Diberikan?

Pada kondisi STEMI dan NSTEMI, terjadi robekan pada plak di dinding pembuluh darah koroner jantung yang memicu pembentukan gumpalan darah (trombus). Gumpalan darah inilah yang menyumbat aliran oksigen ke otot jantung.

Heparin bekerja sebagai antikoagulan (sering disebut pengencer darah) yang berfungsi untuk:

  • Mencegah gumpalan darah yang sudah menyumbat agar tidak bertambah besar.

  • Mencegah terbentuknya gumpalan darah baru di tempat lain.

Jenis Heparin yang Sering Digunakan

Terdapat dua jenis utama dari obat golongan heparin yang digunakan di rumah sakit:

  1. Unfractionated Heparin (UFH): Biasanya diberikan melalui suntikan langsung atau infus ke pembuluh darah (intravena). Efeknya sangat cepat dan mudah dikontrol, sehingga sering menjadi pilihan utama jika pasien akan segera menjalani prosedur kateterisasi dan pasang ring jantung (Percutaneous Coronary Intervention / PCI).

  2. Low Molecular Weight Heparin (LMWH): Contoh yang paling umum digunakan adalah Enoxaparin atau Fondaparinux. Biasanya disuntikkan di area perut, tepat di bawah kulit (subkutan). Obat ini sering digunakan untuk perawatan harian di ruang intensif karena dosis dan efeknya sangat stabil.

Penggunaan pada STEMI vs NSTEMI

Meski sama-sama menggunakan heparin, tujuannya sedikit disesuaikan dengan kondisi pasien:

  • Pada Pasien STEMI (Penyumbatan Total): Heparin diberikan sesegera mungkin bersama dengan obat antiplatelet (seperti Aspirin dan Clopidogrel/Ticagrelor). Heparin berfungsi sebagai terapi pendukung saat dokter akan melakukan Primary PCI (pasang ring segera) atau saat pasien menerima terapi obat trombolitik (penghancur gumpalan darah).

  • Pada Pasien NSTEMI (Penyumbatan Sebagian): Heparin diberikan sejak di IGD (fase akut) untuk menstabilkan kondisi pasien. Tujuannya adalah memastikan penyumbatan sebagian ini tidak berkembang menjadi penyumbatan total (STEMI), sambil menunggu jadwal tindakan kateterisasi jantung.

Catatan Medis Penting: Heparin adalah obat kategori high alert (berisiko tinggi) yang efek samping utamanya adalah perdarahan. Pemberian obat ini mutlak hanya boleh dilakukan di rumah sakit (seperti di IGD atau ICCU) di bawah pengawasan ketat dokter dan perawat, serta diiringi dengan evaluasi laboratorium darah secara berkala.

No comments:

Post a Comment

Dosis Heparin pd NSTEMI

bismillah. Berapa dosis pemberian heparin perkgBB untuk pasien dg NSTEMI ? Dosis pemberian heparin pada pasien NSTEMI sangat bergantung pada...